Andari akhirnya main di playground Grand Lucky Udayana untuk pertama kalinya.
Pertama Kali Andari ke Playground
Sore itu kami ke Grand Lucky seperti biasa. Bukan pertama kali.
Kami sudah beberapa kali ke sana sebelumnya. Dan hampir setiap datang, kejadian kecilnya selalu sama. Andari berhenti.
Nunjuk ke satu arah.
Badannya sudah belok duluan. Playground. Sementara kami biasanya cuma lewat.
Kadang pura-pura nggak lihat.
Kadang bilang, “nanti ya”.
Kadang mikir, “ah bentar doang kok”. Intinya, playground itu sering dilewati, bukan dituju. Sampai sore itu, kita ke sana memang untuk main di Playground itu. Begitu di dalam, Andari nggak langsung heboh.
Nggak lari-larian.
Nggak teriak senang. Dia nempel. Pegang tangan.
Jalan pelan. Matanya lihat kanan-kiri. Kayak lagi ngecek,
“Mulai dari mana, ya?” Saya ikut terus.
Ke mana dia pindah, saya pindah.
Dia naik mainan, saya dekat.
Dia turun, saya siap. Bukan karena dia minta digendong.
Bukan juga karena saya nyuruh. Lebih ke refleks orang tua aja. Dan jujur, di kepala mulai muncul banyak pikiran. Takut jatuh.
Takut kepentok.
Takut kepleset.
…