Postingan

Andari Nggak Mau Tidur Siang, Tapi Malah Pose Kayak Nggak Salah Apa-Apa

Andari bikin ibunya kesel karena nolak tidur siang, lalu berpose santai tanpa rasa bersalah. Cerita siang hari yang gemas, capek, dan bikin ketawa.
Goldenadi

Andari ga mau tidur siang

Rumah agak sepi.
Ibu sudah menyiapkan kasur.
Waktunya tidur siang.
Nada suara diturunkan setengah oktaf.

Tapi Andari punya rencana lain.

Dia menolak tidur siang dengan penuh keyakinan.
Bukan sekadar geleng kepala.
Bukan juga merengek.

Tapi aksi penuh tenaga.

Mulai dari:

  • Gelisah tanpa sebab
  • Mata melek selebar mungkin
  • Dan puncaknya… bikin ibunya naik darah dengan senyum santai

Ibu yang tadinya masih waras, perlahan masuk fase “kenapa anak ini kebal ngantuk?”
Nada suara mulai naik.
Kesabaran mulai menipis.

Sementara Andari?

Tenang.
Santai.
Tidak ada rasa bersalah sedikit pun.

Setelah berhasil bikin ibunya kesel, Andari malah berpose seperti di foto itu.
Tangan menopang pipi.
Mulut terbuka setengah.
Ekspresi wajahnya seperti bilang:

“Kenapa? Ada yang salah?”

Tidak ada penyesalan.
Tidak ada rasa bersalah.
Yang ada cuma ekspresi menang.

Di titik itu, ibu cuma bisa pasrah.
Antara mau marah…
Atau ketawa.

Karena jujur saja, marah ke anak yang habis bikin ulah lalu pose imut seperti itu rasanya sulit.
Kesel iya.
Capek iya.
Tapi gemasnya kebangetan.

Andari mengajarkan satu hal penting hari itu:
anak kecil itu hidup tanpa beban moral orang dewasa.

Kalau ngantuk ya tidur.
Kalau nggak ngantuk ya ngapain harus pura-pura?

Sementara orang tuanya:

  • mikir jadwal
  • mikir ritme
  • mikir “nanti malam gimana?”

Dan akhirnya… tetap ketiduran juga.
Bukan Andarinya.
Ibunya.

Andari tetap terjaga.
Tetap segar.
Dan tetap merasa tidak bersalah.

Karena buat dia, hari itu bukan drama.
Cuma siang biasa.
Dengan bonus: ibunya kalah.

Dan foto itu jadi buktinya.